Uang Sama Tapi Beda Warna

Uang Sama Tapi Beda Warna – Beberapa waktu yang lalu, Bank Indonesia menerbitkan 2 jenis nominal baru yaitu Rp.1000 logam yang bergambar angklung/gedung sate dan Rp.10.000 kertas yang tetap bergambar Sultan Mahmud Badaruddin.

Nominal Rp.10.000 emisi 2010
Uang Sama Tapi Beda Warna – Meskipun gambarnya sama, namun warna uang baru ini sangat berbeda. Selain warna, sebenarnya terdapat cukup banyak perbedaan-perbedaan lainnya selain warna, seperti tahun emisi (2010), tanda tangan, corak latar belakang, logo BI di kanan bawah dan titik-titik seperti hujan pada sisi kanan kertas.

Uang Sama Tapi Beda Warna

Perbandingan Rp.10.000 (2005) dengan Rp.10.000 (2010)

Uang Sama Tapi Beda Warna

Berita peluncuran uang Rp.1000 dan Rp.10.000 emisi 2010 pada harian Kompas

Dari catatan harian kompas tersebut kita harusnya sadar tentang betapa pentingnya informasi peluncuran uang 10.000 tersebut, bila tidak didokumentasikan dengan baik maka akan membuat bingung banyak orang. Sama seperti halnya kebingungan kita terhadap uang-uang kuno yang kita kumpulkan. Kapan uang-uang tersebut mulai diedarkan, siapa penandatangannya dan bagaimanakah latar belakang atau ceritanya sehingga uang-uang tersebut diterbitkan.

Yang kita ketahui tentang nominal Rp.10.000 tahun 2010 yaitu:

1. Besar kemungkinannya dicetak ulang untuk menggantikan emisi sebelumnya karena banyaknya keluhan dari masyarakat tentang kemiripan warna dengan nominal Rp.100.000.
2. Penanda tangan adalah bapak Darmin Nasution yang pada waktu uang ini diluncurkan masih menjabat sebagai Deputi Gubenur Senior BI.

Uang Sama Tapi Beda Warna

3. Selang waktu beberapa saat kemudian pak Darmin diangkat menjadi Gubernur BI ke 14, sehingga ada kemungkinan emisi berikutnya dari uang ini akan mengalami perubahan keterangan penandatangan dari Deputi Gubernur Senior menjadi Gubernur sebagaimana uang-uang lainnya.

Uang Sama Tapi Beda Warna

Keterangan tentang pak Darmin Nasution yang terpilih sebagai gubernur BI ke 14

4. Berarti sampai saat ini ada 3 varian nominal 10.000 rupiah yang bergambar Sultan Mahmud Badaruddin yaitu adalah sebagai berikut :

1. Emisi 2005 yang ditandatangani oleh Burhanuddin Abdullah, masih dibagi lagi:
a. Tahun cetak 2005, 2006, 2007, 2008, 2009
b. Edisi uncut dua lembar, empat lembar dan plano lima puluh lembar
2. Emisi 2009 yang ditandatangani oleh Boediono
3. Emisi 2010 yang ditandatangani Deputi Gubernur Senior Darmin Nasution
Kemungkinan bertambahnya beberapa varian lagi antara lain perbedaan watermark dan tahun emisi 2011 dst.

Dengan adanya suatu informasi berkaitan dengan pencetakan uang seperti ini, maka kita akan menurunkan suatu informasi yang berharga bagi anak cucu kita kelak.
Berikut ini merupakan contoh beberapa jenis uang kuno yang membingungkan sebagian besar para kolektor uang.

Sama Rupa, lain warna

Seri Federal 1946. Seri ini terdiri dari 10 jenis uang kertas yaitu :

  1. 5 gulden ungu
  2. 5 gulden coklat
  3. 10 gulden hijau
  4. 10 gulden ungu
  5. 25 gulden merah
  6. 25 gulden hijau
  7. 50 gulden
  8. 100 gulden
  9. 500 gulden
  10. 1000 gulden

Nominal 5 sampai 25 gulden masing-masing terdiri dari dua jenis berbeda warna, bisa dilihat dalam gambarnya Uang Sama Tapi Beda Warna:

Uang Sama Tapi Beda Warna


5 rupiah 1946 coklat Nominal 5 gulden 1946 ungu dan coklat

Uang Sama Tapi Beda Warna


10 rupiah 1965 ungu Nominal 10 gulden 1946 hijau dan ungu

Uang Sama Tapi Beda Warna


25 rupiah 1946 merah Nominal 25 gulden 1946 merah dan hijau

Pertanyaannya yang sering muncul adalah:

Uang yang mana beredar lebih dahulu?
5 gulden ungu atau coklat?
10 gulden hijau atau ungu?
25 gulden merah atau hijau?

Dari kesemua uang tersebut memiliki corak yang sama, tahun yang sama, tanda tangan yang sama, Cuma perbedaanya hanya pada warna saja. Untuk mengetaui hal ini sangatlah sulit dikarenakan tidak adanya informasi yang dapat dijadikan pengan. Dan mustahil kedua warna dicetak secara bersamaan.
Oleh karena itu mari kita bahas hal ini dengan seksama.

PERTAMA

Warna dibuat berbeda agar setiap nominal dapat dengan mudah dikenali sehingga menghindarkan timbulnya kekeliruan dengan nominal uang lainnya. Dan dalam seri yang sama, mustahil dibuat nominal yang berbeda dengan warna yang mirip. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa :

1. Mustahil nominal 5 gulden ungu beredar bersamaan dengan 10 gulden ungu karena warna keduanya terlalu mirip sehingga dimungkinkan keliru.

Uang Sama Tapi Beda Warna Uang Sama Tapi Beda Warna

2. Mustahil nominal 10 gulden hijau beredar bersamaan dengan 25 gulden hijau, keduanya terlalu mirip bisa keliru.

Uang Sama Tapi Beda Warna Uang Sama Tapi Beda Warna

3. Mustahil nominal 5 gulden coklat beredar bersamaan dengan 25 gulden merah, keduanya sangat mirip jika dilihat dari sisi belakang. Sangat besar peluang terjadinya kekeliruan.

Uang Sama Tapi Beda Warna Uang Sama Tapi Beda Warna

Karena 5 gulden ungu mustahil bersama-sama dengan 10 gulden ungu maka 5 gulden ungu pasti bersamaan dengan 10 gulden hijau dan sebaliknya 5 gulden coklat bersamaan dengan 10 gulden ungu. Karena 25 gulden merah mustahil bersamaan dengan 5 gulden coklat, maka sudah pasti bersamaan dengan kelompok 5 gulden ungu.
Maka terbentuklah dua kelompok :

Kelompok pertama adalah:
5 gulden ungu, 10 gulden hijau dan 25 gulden merah.

Uang Sama Tapi Beda Warna

Kelompok pertama

Kelompok kedua adalah:
5 gulden coklat, 10 gulden ungu dan 25 gulden hijau.

Uang Sama Tapi Beda Warna

Kelompok kedua

Pembagian terhadap kelompok uang gulden sudah dilakukan, namun pertanyaan mengenai kelompok yang mana yang beredar lebih dulu belum terjawab.

KEDUA

Lihatlah huruf pada nomor seri dari nominal 5 gulden ungu dan coklat (khusus untuk varian yang 2 huruf):

Uang Sama Tapi Beda Warna

Huruf yang pertama pada varian dua huruf nominal 5 gulden ungu adalah C sedangkan pada lima gulden coklat adalah W. Dan C lebih dulu daripada W. Bukti yang kedua terlihat pada nominal 25 gulden merah dan hijau. Setelah diamati ternyata huruf pertama pada uang 25 gulden merah adalah L sedangkan pada 25 gulden hijau adalah N.

Uang Sama Tapi Beda Warna

Dair keterangan kedua bukti di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kelompok pertama adalah yang lebih dulu beredar.
Untuk memperkuat bukti-bukti yang ada, lihat pada table berikut yang berisi rangkuman seri federal 1946.

Uang Sama Tapi Beda Warna

Nominal 5 gulden ungu memiliki huruf pertama (pada varian 2 huruf) A,B,C,D dan E
Nominal 5 gulden coklat W dan X, sedangkan Y dan Z masih berupa tanda tanya
Nominal 10 gulden hijau memiliki huruf pertama F,G,H,J dan K. (Huruf I tidak terpakai)
Nominal 10 gulden ungu tidak memiliki varian 2 huruf
Nominal 25 gulden merah hanya memiliki huruf L
Nominal 25 gulden hijau dimulai dari huruf M sampai P
Nominal 50 gulden Q dan R
Nominal 100 gulden S dan T
Nominal 500 gulden hanya U
Nominal 1000 gulden hanya V
Nominal 25 gulden merah, 500 gulden dan 1000 gulden tidak memiliki varian 3 huruf dan
Nominal 10 gulden ungu sebaliknya hanya memiliki varian 3 huruf.

Dengan adanya bukti-bukti di atas akan menghasilkan kesimpulan bahwa kelompok pertama adalah yang lebih dulu beredar, baru disusul kelompok kedua. Oleh sebab itu susunan dan penomoran di KUKI sudah benar, nomor urut yang lebih kecil dimiliki oleh uang yang pertama dikeluarkan.

Masalah berikutnya yang sulit dijawab yaitu : Apa sebabnya pihak Bank pada saat itu merasa perlu untuk mengeluarkan kelompok kedua? Padahal untuk penomoran pada kelompok pertama masih belum selesai dan masih begitu jauh.

Contoh-contoh yang lain uang beda warna:

Nominal Rp.100 (1964)

Uang Sama Tapi Beda Warna

Ternyata rahasianya berada di sisi belakang uang.

Uang Sama Tapi Beda Warna

Uang Sama Tapi Beda Warna – Kesimpulannya adalah uang yang merah beredar lebih dahulu. Perhatikan tulisan di bagian belakang kanan bawah :
Pada yang merah tercetak PT. PERTJETAKAN KEBAJORAN IMP. Sedangkan pada yang biru tecetak PN. PERTJETAKAN KEBAJORAN IMP.

Nominal Rp.10.000 (1964)

Uang Sama Tapi Beda Warna

Nominal Rp.1000 (1958)

Uang Sama Tapi Beda Warna

Nominal Rp.5000 (1958)

Uang Sama Tapi Beda Warna

Demikian penjelasan beberapa Uang Sama Tapi Beda Warna, semoga penjelasan di atas bermanfaat.

Uang Sama Tapi Beda Warna

Sumber:
Jurnal Rupiah
KUKI
Koleksi teman-teman dan pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *