Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai uang rupiah lama dan baru. Pemerintah pernah mengeluarkan peraturan yang sangat mengejutkan pada tanggal 13 Desember 1965, hal tersebut adalah pemotongan nilai uang atau senering/sanering.

Dihitung sampai sekaraang berarti pemerintah telah melakukan 3 kali sanering :

  1. 19 Maret 1950 atau yang dikenal sebagai Gunting Sjafruddin.
  2. 25 Agustus 1959, yaitu pemotongan nominal 1000 rupiah dan 500 rupiah sebesar 90% menjadi 100 rupiah dan 50 rupiah.
  3. 13 Desember 1965, Semua uang kertas yang beredar sebelum peraturan berlaku disebut sebagai Rupiah Lama diganti dengan Rupiah Baru dengan nilai perbandingan 1000 Rupiah Lama = 1 Rupiah Baru.

Peristiwa tersebut menyebabkan kepercayaan orang-orang terhadap Rupiah menjadi sangat rendah sehingga mereka lebih senang menyimpan emas daripada Rupiah.

uang rupiah lama dan baru – Pembahasan kali ini ada hubungannya dengan sanering, yaitu tentang jenis-jenis uang apa saja yang terlibat didalam tindakan tersebut.

Peristiwa Moneter II

Uang Rupiah Lama dan Baru

Untuk mewujudkan kesatuan moneter bagi seluruh wilayah Republik Indonesia, Pemerintah perlu untuk mengatur alat pembayaran yang sah dan berlaku secara menyeluruh termasuk juga daerah Propinsi Irian Barat.

Oleh karena itu, dikeluarkanlah Penetapan Presiden (PP) No. 27 tahun 1965 tanggal 13 Desember 1965 yang menetapkan pengeluaran uang Rupiah Baru sebagai alat pembayaran yang sah bagi seluruh wilayah Republik Indonesia dan penarikan uang Rupiah Lama dari peredaran.

Pertanyaan yang muncul adalah, apa ssaja uang yang tergolong skedalam uang Rupiah Lama?
Uang-uang tersebut adalah uang-uang yang masih digunakan sebagai alat pembayaran yang sah sebelum PP tersebut dikeluarkan.

Jenisnya adalah sebagai berikut :

1. Seri binatang 1957 nominal 2500 rupiah

Nominal terlambat dikeluarkan bila dibandingkan nominal-nominal yang lebih kecil, yaitu pada tanggal 1 September 1962.

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

2. Seri Pekerja 1958

Nominal 5 rupiah dan 100 rupiah mulai dikeluarkan pada tanggal 8 September 1959, sedangkan nominal-nominal lainnya dikeluarkan dari awal 1961 sampai dengan pertengahan 1965.

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

3. Seri Bunga 1959

Untuk uang seri ini mulai dikeluarkann pada bulan Januari-Mei 1960.

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

4. Seri Pekerja 1963-1964

Dikeluarkan pada 15 Oktober 1964 untuk nominal 10 rupiah, 18 Agustus 1964 untuk nominal 10.000 rupiah (merah) dan awal 1965 untuk nominal-nominal lainnya.

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

5. Seri Sukarno Irian Barat
Dikeluarkan pada tanggal 1 Mei 1963 sebagai pengganti uang gulden Netherlands Nieuw Guinea emisi 8 December 1954.

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

Kelima kelompok uang di atas adalah yang termasuk Rupiah Lama. Setelah peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1965 dikeluarkan maka diterbitkanlah uang Rupiah Baru, yang terdiri dari :

1. Seri Sukarno 1960

Seri ini dikeluarkan sejak PP tersebut berlaku yaitu tanggal 13 Desember 1965, walupun bertahun 1960. Namun untuk nominal 500 rupiah dan 1000 rupiah yang baru dikeluarkan tanggal 20 Februari 1967.

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

2. Seri Sukarelawan tahun 1964

Seri ini dikeluarkan sejak PP tersebut berlaku pada tanggal 13 Desember 1965.

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

3. Seri Sukarno 1964

Memiliki dua nominal yaitu 1 rupiah dan 2,5 rupiah.

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

Dari penjelasan tersebut telah jelas bahwa seri Sukarno 1960, seri Sukarno 1964 dan seri Sukarelawan 1964 merupakan kelompok uang Rupiah Baru yang digunakan untuk mengganti seri-seri sebelumnya yang termasuk dalam kelompok Rupiah Lama. Lalu bagaimana caranya dan berapa perbandingan kurs Rupiah Lama dengan kurs Rupiah Baru? Untuk itu lihatlah isi sebagian dari Penetapan Presiden berikut :

PENETAPAN PRESIDEN No 27 tahun 1965 tentang :

PENGELUARAN UANG RUPIAH BARU, PENARIKAN UANG RUPIAH LAMA DARI PEREDARAN.

Menetapkan :

Penetapan Presiden tentang Pengeluaran Uang Rupiah Baru sebagai alat pembayaran yang sah bagi seluruh wilayah Republik Indonesia dan penarikan Uang Rupiah Lama dari peredaran.

Pasal 1.

Pada saat mulai berlakunya Penetapan Presiden ini berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Republik Indonesia termasuk Daerah Propinsi Irian Barat.

Pasal 2.

(1) Nilai perbandingan antara jenis-jenis uang Rupiah Baru dan jenis-jenis uang Rupiah yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di Propinsi Irian Barat sebelum Penetapan Presiden ini berlaku adalah Rp.1,- adalah sama dengan I.B Rp.1,-

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

(2) Nilai perbandingan antara jenis-jenis uang Rupiah Baru dan jenis-jenis uang Rupiah yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di daerah-daerah di luar daerah Propinsi Irian Barat sebelum Penetapan Presiden ini berlaku adalah Rp.1,- adalah sama dengan Rp.1000,-

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

Pasal 3.

(1) Sesudah 1 (satu) bulan berlakunya PP ini maka semua jenis uang kertas BI dari nominal Rp.10.000 dan Rp.5.000 yang beredar sebelum PP ini berlaku, dinyatakan tidak lagi merupakan alat pembayaran yang sah.

Nominal Rp.10.000 dan Rp.5.000 (1958, 1964) dinyatakan tidak berlaku mulai tanggal 13 Januari 1966

(2) Sesudah 3 (tiga) bulan berlakunya PP tersebut maka semua jenis uang kertas BI dari nominal Rp.2500, Rp.1000 dan Rp.500 yang beredar sebelum PP ini berlaku, tidak lagi merupakan alat pembayarn yang sah.

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

Nominal Rp.2500 (1957), Rp.1000 dan Rp.500 (1958, 1959) dinyatakan tidak berlaku mulai tanggal 13 Maret 1966

(3). Sesudah 6 (enam) bulan berlakunya PP ini, maka semua jenis uang kertas BI, uang kertas Pemerintah dan uang logam dari nominal-nominal Rp.100 ke bawah yang beredar sebelum PP ini berlaku, tidak lagi merupakan alat pembayaran yang sah.

Uang Rupiah Lama dan Uang Rupiah Baru

Nominal Rp.100 kebawah (1958, 59, 63 dan 64), uang kertas Pemerintah 1 dan 2,5 rupiah (1960, 1961) berikut semua uang logam nominal 1, 5, 10, 25 dan 50 sen (sampai dengan 1961) dinyatakan tidak berlaku pada tanggal 13 Juni 1966 atau tepatnya 6 bulan setelah Peraturan Pemerintah No 27 tahun 1965 dikeluarkan.

(4). Penarikan uang rupiah Irian Barat dari peredaran yang berlaku dan beredar sebagai alat pembayaran yang sah sebelum PP ini berlaku, akan diatur lebih lanjut oleh Pemerintah.

Uang logam dan kertas rupiah Irian Barat baru ditarik dari peredaran pada 31 Mei 1971.

Pasal 4.

(1). Semua uang kertas BI, uang kertas Pemerintah dan uang logam termaksud pada pasal 3 Penetapan Presiden ini diberikan penggantian nilai dengan uang rupiah baru yang dikeluarkan oleh Bank Negara Indonesia berdasarkan Penetapan Presiden ini, pada kantor-kantor Bank Negara Indonesia dan kantor-kantor lain yang ditetapkan oleh Menteri Urusan Bank Sentral/Gubernur Bank Negara Indonesia.

(2). Atas penggantian nilai tersebut pada ayat (1) di atas dibebani “Iuran Revolusi” yang besarnya ditetapkan oleh Pemerintah.

Penukaran di atas Rp.500.000 uang Rupiah Lama dibukukan dalam Rekening Khusus atas nama penyetornya. Selain itu penukaran nominal 10.000 dan 5.000 Rupiah Lama dbebankan Iuran Revolusi yang besarnya diatur oleh Pemerintah.

Pasal 5.

Segala ketentuan perundang-undangan yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Penetapan Presiden ini dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 6.

Hal-hal yang mengenai pelaksanaan Penetapan Presiden ini dilakukan oleh Presidium Kabinet Dwikora Republik Indonesia.

Pasal 7.

Penetapan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal 13 Desember 1965 jam 20.00. Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan Penetapan Presiden ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 13 Desember 1965 oleh Presiden Republik Indonesia, Sukarno.

Demikian penjelasan mengenai Uang Rupiah Lama dan Baru semoga penjelasan di atas dapat membantu anda.

uang rupiah lama dan baru

Sumber:

  1. Sejarah Bank Indonesia Periode II: 1959-1966
  2. Website Mahkamah Agung
  3. Website Bank Indonesia
  4. Jurnal Rupiah
  5. Website teman rupiah lama rupiah baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *