Uang Permesta

Uang Permesta – Pada peristiwa PERMESTA, telah menimbulkan kemarahan pemerintah pusat dan menimbulkan kejadian yang berbuntut panjang serta memakan korban yang tidak sedikit.

P R O K L A M A S I

Demi keutuhan Republik Indonesia, serta
demi keselamatan dan kesedjahteraan Rakjat Indonesia
pada umumnja, dan Rakjat Daerah di Indonesia Bahagian
Timur pada chususnja, maka dengan ini kami njatakan
seluruh wilajah Territorium VII dalam keadaan darurat perang
serta berlakunja pemerintahan militer sesuai dengan
pasal 129 Undang – Undang Dasar Sementara , dan
Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 1948 dari
Republik Indonesia.

Segala peralihan dan penjesuaiannja dilaku-
kan dalam waktu jang sesingkat-singkatnja dalam
arti tidak ulangi tidak melepaskan diri dari Republik
Indonesia.

Semoga Tuhan Jang Maha Esa beserta
kita dan menurunkan berkat dan hidajatNja atas
ummatNja.-

Makassar, 2 M a r e t 1957.-
Panglima Tentara & Territorial VII

tertanda

Letkol : H.N.V. Sumual
Nrp : 15958

Peristiwa PERMESTA juga didukung banyak tokoh penting seperti Kolonel Alexander Kaliwarang, Jacob Frederick Warouw, Mayor Daan Mogot, Prof Soemitro Djojohadikoesoemo dan tentu saja pemimpin atau perdana menteri PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) yang berkedudukan di Bukittinggi Sumatera Barat, Mr Sjafruddin Prawiranegara. Karena kedekatan hubungan dengan PRRI maka penyebutan keduanya sering digabung menjadi PRRI/PERMESTA dimana PRRI berada di Indonesia bagian barat (Sumatera) dan PERMESTA di bagian timur (Sulawesi, Maluku, NTT, NTB dan Irian Barat yang waktu itu masih dikuasai Belanda).

Ternyata selama melakukan pemerintahan yang cukup singkat, PERMESTA berhasil mencetak dan mengedarkan beberapa nominal uang kertas. Uang-uang tersebut dicetak oleh Percetakan Negara Manado dengan kualitas yang kurang baik.

Uang PERMESTA terdiri dari dua seri masing-masing bertahun 1958 dan 1959. Seri tahun 1958 terdiri dari 7 nominal dan seri tahun 1959 terdiri dari tiga nominal. Selain itu ada selembar lagi Biljet Perbendaharaan Negara senilai 5000 Rupiah dengan bunga 2%. Uang-uang permesta ini ditandatangani oleh seorang kolonel yang pernah bertugas sebagai atase militer di kedutaan besar RI di Beijing dan mempunyai kedudukan sebagai wakil Perdana Menteri PRRI/PERMESTA yaitu Kolonel Jacob Frederick Warouw.

Uang Permesta

Jacob F Warouw
Penandatangan kuno PERMESTA

Di zamannya selembar nominal 100 rupiah dapat dipergunakan untuk makan dan minum kopi di warung, sedangkan nominal 500 rupiah masih cukup untuk membeli dua ekor ayam di pasar. Pada saat itu wilayah Indonesia lainnya masih dipergunakan uang seri kebudayaan emisi tahun 1952. Dan sebagaimana yang telah diketahui uang kertas 100 rupiah emisi 1952 yang bergambar Pangeran Diponegoro dengan kertas yang keras dan memiliki prefix ZG merupakan uang palsu.

Pertanyaan timbul, apakah uang tersebut sengaja dicetak oleh pusat lalu diam-diam disetorkan ke Bank Indonesia cabang Manado untuk mengacaukan perekonomian PERMESTA. Atau mungkin juga sebaliknya PERMESTA yang mencetak untuk mengacaukan perekonomian pusat? Untuk kemungkinan yang kedua ini hampir tidak mungkin dikarenakan mutu cetakan uang tersebut sangat bagus sehinggamasih saja banyak yang keliru untuk membedakannya. Sedangkan yang diketahui kalau kemampuan mencetak PERMESTA sangat kurang memadai. Dan juga fakta bahwa tujuan dari PERMESTA adalah untuk mengkritik dan membangun Indonesia agar menjadi lebih baik, bukan untuk menghancurkannya.

Kebanyakan uang dengan prefix ZG seringkali ditemukan dalam kondisi sangat bagus, bahkan ada yang berurutan nomor serinya, berbeda jauh dengan ORI palsu yang justru kebanyakan ditemukan dalam keadaan kucel dan kumuh. Hal ini berkemungkinan bahwa uang dengan prefix ZG tidak sempat digunakan. Aneh….

Uang Permesta

100 rupiah Pangeran Diponegoro emisi 1952 palsu, dua lembar UNC dan urut nomor
Perhatikan prefixnya ZG

Berikut ini perbandingan antara 100 rupiah kebudayaan asli dan palsu, Yang atas adalah asli dan yang bawah adalah palsu.

Uang Permesta

Untuk membedakan asli dan tidaknya bisa diketahui dengan mudah dengan melihat dari sisi belakang, tanpa diterawang tanda air yang palsu (bawah) kelihatan jelas

Saat terjadi putus hubungan dengan pusat maka pemerintah pusat menyatakan bahwa seri uang kertas ini tidak berlaku lagi. Nominal 100 rupiah Pangeran Diponegoro emisi 1952 ditarik dari peredaran tanggal 15 Desember 1960 dan digantikan nominal 100 rupiah emisi 1957 bergambar tupai.

Waktu itu PRRI/PERMESTA juga mengeluarkan satu set perangko yang terdiri dari 4 nominal. Perangko yang dicetak di Taiwan ini menunjukkan bahwa PERMESTA mendapat dukungan dari berbagai negara asing.

Uang Permesta

Perangko PRRI/PERMESTA

Presiden Sukarno yang merasa wibawanya telah digerogoti mengirimkan pasukan untuk menyerang PERMESTA. Pertempuran yang sengitpun terjadi, satu demi satu daerah kekuasaan PERMESTA di Sulawesi Utara dan Tengah jatuh ketangan TNI. Korban di kedua pihak berjatuhan termasuk wakil Perdana Menteri sekaligus penandatangan uang, Jacob F Warouw yang peristiwa kematiannya masih diselimuti misteri.

Sampai pada tanggal 4 April 1961 PERMESTA memutuskan untuk bergabung kembali dengan pemerintah pusat. Dibawah ini merupakan surat pernyataan penghentian tindak permusuhan yang ditandatangani di Minahasa.

  1. Setelah membatja seruan Menteri Keamanan Nasution/KSAD tertanggal 3 Maret 1961.
  2. Mengingat keputusan terachir dari putjuk pimpinan Angkatan Perang Revolusioner.
  3. Menimbang, bahwa persengketaan antara kita dengan kita jang telah berlangsung selama 3 tahun ini, telah meminta pengorbanan jang tidak terhingga dari rakjat Indonesia pada umumnja dan rakjat Sulawesi Utara dan Tengah pada chususnja sehingga kami telah sampai pada kesimpulan bahwa keadaan sematjam ini tidak dapat dibiarkan terus.
  4. Demi untuk keselamatan dan kesentosaan bangsa Indonesia, rakjat dan daerah Sulawesi Utara/Tengah chususnja, persengketaan tersebut perlu segera dihentikan. Maka oleh karenanja dengan ini menjatakan bahwa mulai tanggal 4 April 1961, kami dengan seluruh pasukan dan rakjat Permesta jang berada dalam lingkungan pimpinan kami telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
  5. Segala persoalan jang timbul sebagai akibat daripada penghentian persengketaan ini, akan diatur oleh jang diwajibkan untuk itu oleh pemerintah RI.
  6. Semoga Tuhan Jang Maha Esa melimpahkan rahmat, hidajat serta taufikNja atas kita sekalian.

Ditempat, 4 April 1961
Panglima KDMSUT
(D.J. Somba)

Dibawah merupakan uang kertas PERMESTA.

Seri tahun 1958

Uang kuno permesta Terdiri dari nominal 5, 10, 25, 50, 100, 500 dan 1000 Rupiah

Nominal 5 Rupiah

Nominal ini sangat sulit ditemukan walau merupakan nominal terkecil, untuk sementara gambar dibawah merupakan gambar dari KUKI. Beberapa kolektor uang daerah tidak ada satupun yang memiliki nominal ini, bahkan KUKI saja menampilkan yang berkualitas kurang baik. Dapat kita bayangkan kelangkaannya.

Uang Permesta Uang Permesta

Nominal 10 Rupiah

Mempunyai warna merah dengan dasar bertulisan PEMERINTAH REVOLUSIONER RI berwarna hitam. Nomor seri terdiri dari dua huruf dan lima angka yang berwarna merah.

Uang Permesta

Nominal 25 Rupiah

Nominal seri ini bentuknya sangat sederhana, tanpa gambar atau pengaman yang memadai. Satu-satunya pengaman yang dipergunakan adalah kode kontrol pada nomor serinya.

Uang Permesta

Nominal 50 Rupiah

Seri ini memiliki warna hijau dengan latar belakang kuning. Polanya mirip dengan nominal-nominal lain, demikian juga nomor serinya yang terdiri dari dua huruf lima angka yang juga berwarna hijau.

Uang Permesta

Nominal 100 Rupiah

Nominal yang mempunyai warna merah dengan dasaran kuning ini memiliki ukuran terbesar, lebih besar dari dua nominal diatasnya. Untuk nomor seri juga terdiri dari dua huruf lima angka yang warnanya sama yaitu merah.

Uang Permesta

Nominal 500 Rupiah

Nominal seri ini mempunyai tulisan berwarna biru tua dengan latar belakang merah. Pola dan susunan juga mirip dengan nominal lainnya. Nomor seri terdiri dari dua huruf lima angka.

Uang Permesta

Nominal 1000 Rupiah

Pada nominal seri ini terdapat lingkaran-lingkaran yang berisi nominal yang membuat polanya berubah tidak sekaku yang lain. lihat tanda tangan ada di bagian depan uang, Seri ini berbeda dengan nominal lainnya, karena memiliki tiga macam warna, merah dan hijau dengan latar belakang kuning. Nomor seri dua huruf lima angka.
Uang Permesta

Seri tahun 1959
Terdapat nominal 500, 1000 dan 5000 Rupiah.

Nominal 500 Rupiah

Dasaran uang ini berwarna coklat tua dengan kombinasi hijau. Tulisan hitam dengan nomor seri terdiri dari dua huruf lima angka.

Uang Permesta

Nominal 1000 Rupiah

Memiliki warna hijau dengan kombinasi kuning. Terlihat kaku karena lingkaran yang ada pada seri tahun 1958 diganti kembali dengan bentuk kotak-kotak. Nomor seri terdiri dari dua huruf dan lima angka.

Uang Permesta

Nominal 5000 Rupiah

Nominal ini adalah yang terbesar, berwarna dasar hijau tua dengan tulisan hitam. Nomor seri masih sama dengan yang lain yaitu dua huruf lima angka.

Uang Permesta

Keterangan :

  • Semua nominal tidak memiliki tanda air.
  • Kertas yang digunakan tidak sama, ada yang tipis, tebal, putih atau kekuningan.
  • Warna uang juga tidak standard lihat contoh di bawah
Uang Permesta
  • Nominal terkecil (5 Rupiah) justru merupakan nominal yang paling sulit ditemukan.
  • Seri ini dikelompokkan sebagai uang daerah atau tepatnya sebagai uang pemberontakan bersama-sama dengan uang PRRI (akan dibahas pada kesempatan lain), RMS dan Republik Islam Indonesia (RII).

Selain mata uang permesta di atas, PERMESTA mengeluarkan juga biljet perbendaharaan negara senilai 5000 Rupiah. dengan bunga 2% setahun. Dikeluarkan tanggal 1 Mei 1959 dan berlaku sampai dengan 30 April 1960. Walaupun bentuknya sangat sederhana tetapi biljet ini cukup sulit ditemukan.

Uang Permesta

Uang-uang permesta ini beredar tidak begitu lama, hanya sekitar 2-3 tahun saja. Nasib dari uang-uang tersebut tidak jelas setelah uang  PERMESTA kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Apakah uang ini ditarik dan dapat ditukarkan dengan nominal uang terbitan Bank Indonesia atau didiamkan saja tanpa ada tindak lanjutnya, atau bisa juga dimusnahkan oleh pemerintah pusat karena dianggap uang pemberontak. Meski apapun yang terjadi, walaupun mutu dan kualitasnya sangat tidak baik, uang-uang ini merupakan saksi bisu salah satu peristiwa pergolakan terbesar yang pernah ada di tanah air kita.

Itulah penjelasan tentang uang permesta beserta gambar uang permesta yang dapat kami berikan, semoga dapat memberikan manfaat. Nilai  jual uang permesta seamakin lama semakin mahal karena uang ini semakin lama sulit untuk ditemukan.

Uang Permesta

Sumber :

  1. KUKI
  2. Website permesta8m.net
  3. Koleksi teman-teman yang khusus mengumpulkan uang daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *