Uang Kertas Probolinggo

Uang kertas probolinggo atau disebut juga Probolinggo paper merupakan kertas berharga yang dikeluarkan oleh pemerintah kompeoni (VOC) semasa kepemimpinan Gubernur Jendral Herman Willem Daendles (1808-1811).

Daendles menyadari bahwa kekuatan Belanda-Perancis yang ada di Jawa tidak akan mampu menghadapi kekuatan armada Inggris yang terkenal hebat. Maka ia harus melaksanakan tugasnya dengan secepat mungkin. Dia merekut orang pribumi untuk menjadi tentara, membangun banyak rumah sakit dan tangsi militer baru, juga membangun pabrik senjata dan meriam di banyak kota seperti di Surabaya, Semarang dan Batavia. Dan agar tentara-tentaranya dapat bergerak cepat dari satu daerah ke daerah lain maka dia membangun jalan pos yang menghubungkan ujung barat (Anjer) dengan ujung timur pulau Jawa (Panaroekan) sepanjang kurang lebih 1000 kilometer.

Uang Kertas Probolinggo

Dalam membangun jalan dan semua sarana tersebut, Daendles memerlukan banyak uang. Ia mengambil jalan pintas dengan menjual tanah yang dikuasai pihak kompeni kepada swasta. Contoh tanah yang dijual : 15 November 1809, 9 persil (sebidang tanah dengan ukuran tertentu) di daerah Tanggerang dijual seharga 419.800 Ringgit. Pada 19 Mei 1910, 6 persil tanah di Krawang dijual kepada swasta seharga 791.000 Ringgit. Demikian juga tanah-tanah lain di kota Semarang dan Surabaya berpindah tangan ke swasta.

Tanggal 30 Juni 1810, Daendles berniat untuk menjual sebidang tanah di daerah Besuki Panarukan, kepada tuan tanah yang saat itu sedang menyewanya yaitu Kapiten Han Tjan It senilai 400.000 Spanshe matten (mata uang logam perak Spanyol) yang dilakukan dalam lima tahap dan harus lunas seluruhnya pada tanggal 1 Juli 1812.

Uang Kertas Probolinggo

Tanggal 3 Desember 1810, Daendles kembali menjual sebidang tanah di daerah Probolinggo, suatu daerah yang berjarak tidak jauh dari Panarukan, kepada Kapiten Han Kie Ko dari Surabaya, saudara dari Kapiten Han Tjan It.

Uang Kertas Probolinggo

Probolinggo

Tanah di daerah Probolinggo tersebut dijual seharga 600.000 Spaanshe matten perak.

Akhirnya setelah transaksi sah, Daendles yang membutuhkan uang tersebut memerintahkan untuk membuat 1 juta Ringgit kertas yang dijamin sepenuhnya oleh pemerintah kompeni dan akan ditarik setiap 6 bulan sebesar 50.000 Ringgit begitu dia menerima pembayaran dari Kapiten Han Kie Ko. Namun peredaran kertas Probolinggo telah mengacaukan perekonomian dan menyeret kompeni ke dalam banyak permasalahan baru.

Pada akhirnya Daendles dipanggil pulang. Daendles ditugaskan oleh Napoleon untuk memimpin kesatuan Wurtemberg dalam penyerbuan Russia pada tanggal 22 juni 1812. Daendles meninggal di Ghana pada tanggal 8 mei 1818 akibat penyakit malaria.

Jadi kertas Probolinggo yang dikeluarkan semasa pemerintahan Belanda-Perancis ini sebenarnya bukan merupakan uang seperti yang kita kenal dan kumpulkan selama ini, tetapi lebih merupakan surat berharga yang nilainya dijamin oleh pemerintah (kompeni).

Kertas Probolinggo terdiri dari 6 nominal yaitu 100, 200, 300, 400, 500 dan 1000 Rijksdaalders (Ringgit) di stempel oleh Louis Napoleon (LN) dan ditandatangani 5 orang saksi atau pejabat.

Uang Kertas Probolinggo

Stempel Louis Napoleon (LN)

Kertas ini dicetak satu sisi, dan berisi nominal dan keterangan dalam bahasa Belanda dan Jawa yang intinya menerangkan bahwa kertas tersebut dikeluarkan dalam jumlah satu juta Rijksdaalders dan dijamin oleh pemerintah kompeni sebesar nilai yang tertera.

Uang Kertas Probolinggo

Sisi belakang hanya terdiri dari dua stempel masing-masing di sisi kiri dan kanan atas bertulisan nominal dan LN.

Uang Kertas Probolinggo

Coba lihat seperti apa bentuk dari kertas probolinggo ini.

– Nominal 100 Rijksdaalders

Uang Kertas Probolinggo Uang Kertas Probolinggo

– Nominal 200 Rijksdaalders

Uang Kertas Probolinggo Uang Kertas Probolinggo

– Nominal 300 Rijksdaalders

Uang Kertas Probolinggo

– Nominal 400 Rijksdaalders

Uang Kertas Probolinggo Uang Kertas Probolinggo

– Nominal 500 Rijksdaalders

Uang Kertas Probolinggo Uang Kertas Probolinggo

– Nominal 1000 Rijksdaalders

Uang Kertas Probolinggo Uang Kertas Probolinggo

Kertas Probolinggo satu set terdiri dari nominal 100, 200, 300, 400, 500 dan 1000 Rijksdaalders yang bila ditotal akan berjumlah 2500 Rijksdaalders. Karena pemerintah kompeni mengeluarkan sejumlah 1 juta Rijksdaalders maka menurut perhitungan akan terdapat 400 set.

Tambahan info :

  1. Nominal 300 Rijksdaalders yang terdapat dalam postingan ini berbeda dengan yang dilelang MPO dan ternyata keduanya berbeda juga dengan yang di KUKI. Jadi setidaknya ada 3 lembar yang masih ada.
  2. Karena diedarkan dalam jumlah dan area terbatas (hanya di daerah Probolinggo), sebagian kolektor memasukkan kertas Probolinggo sebagai uang lokal atau uang daerah.
  3. Dengan tidak adanya pengaman yang memadai, uang kertas Probolinggo ini rentan dipalsukan. Bahkan menurut sumber yang bisa dipercaya dari beberapa kolektor, pernah ditemukan set palsunya. Bentuknya sangat mirip, dicetak di atas kertas tua dengan kualitas yang sangat baik.

Demikian sedikit penjelasan mengenai Uang Kertas Probolinggo. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kita bersama.

Uang Kertas Probolinggo

Sumber :

  1. Harian Jawa Pos 22 Desember 1991 ditulis oleh Markus Sajogo SH
  2. Sumbangan gambar oleh kolektor pemilik kertas Probolinggo
  3. KUKI
  4. Wikipedia
  5. Catalogue of Paper Money of VOC, Neth Indies and Indonesia from 1782 to 1981, Johan Mevius
  6. MPO
  7. Wawancara dengan para pakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *