25 Rupiah Seri Kebudayaan 1952

Postingan kali ini yaitu membahas tentang uang 25 rupiah 1952.

Bagian depan uang

Di bagian depan nominal uang 25 rupiah tahun 1952 bergambar sepasang pohon dan dalam KUKI diterangkan sebagai pohon hayat.

Apakah yang dimksud dengan pohon hayat itu?

Adakah 20.000 Rupiah 2004/09?

Nominal uang 25 rupiah 1952 bagian depan

Dari beberapa sumber yang didapatkan, pohon hayat yang seringkali dilukiskan pada relief kalpataru, gunungan wayang kulit dan pada batik klasik merupakan ekspresi kebudayaan berdasarkan konsep agama Hindu Tri-Buana : pohon hayat digambarkan sebagai medium penghubung atau penyeimbang antara jagat bawah (alam Sakala) dengan jagat atas (alam Niskala), pohon hayat juga dikatakan ikut serta menjaga keseimbangan kehidupan alam semesta.

Adakah 20.000 Rupiah 2004/09?

Gambar pohon hayat pada nominal 25 rupiah 1952

Dalam masa prasejarah kepercayaan terhadap pohon hayat muncul terkait dengan paham animisme dan dinamisme. Pada masa-masa tersebut masyarakat percaya bahwa ada beberapa jenis pohon tertentu yang memiliki kekuatan gaib yang menjadi sumber kehidupan dan mampu mengabulkan segala keinginan manusia.

Salah satu pohon yang dianggap penting pada masa itu adalah pohon beringin. Jadi dari sini ternyata asal kata beringin adalah kata ingin yang ditambahkan awalan ber = ber ingin = mempunyai keinginan = tempat keinginan manusia dikabulkan.

Di zaman kerajaan-kerajaan Hindu, pohon hayat dikenal dengan sebutan Kalpataru.

Di masa agama budha, pohon hayat disebut sebagai pohon Bodhi yang dikaitkan dengan pencerahan yang diterima Pangeran Sidharta.

Adakah 20.000 Rupiah 2004/09?

Pencerahan yang diterima Pangeran Sidharta terjadi di bawah pohon Bodhi, perhatikan akar-akar pohon yang terjuntai mirip dengan pohon beringin

Setelah agama Islam masuk ke tanah Jawa, animism masyarakat terhadap pohon hayat yang telah mendarah daging pada digambarkan dalam bentuk hiasan gunungan yang terdapat pada kesenian wayang kulit.

Adakah 20.000 Rupiah 2004/09?

Gunungan pada wayang kulit

Hal ini mengungkapkan bahwa penggambaran pohon hayat pada nominal uang seri 25 rupiah kebudayaan bukan hanya hiasan belaka, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Gambar tersebut mewakilkan sejarah kebudayaan bangsa indonesia yang mendapatkan pengaruh dari berbagai agama dan aliran.

Bagian belakang uang

Adakah 20.000 Rupiah 2004/09?

Untuk gambar bagian belakang terdapat gambar perahu dengan 5 penumpang didalamnya. Apakah arti dari gambar ini?

Adakah 20.000 Rupiah 2004/09?

Gambar perahu dengan penumpang didalamnya

Perahu banyak dipuja oleh berbagai suku bangsa di zaman prasejarah. Orang-orang yang bertempat tinggal di tepi sungai atau laut menganggap perahu sebagai benda yang sangat berarti dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan penjelasan pakar sejarah Prof RP Soejono, dulu ada kepercayaan bahwa bila manusia meninggal maka arwahnya akan diantar oleh perahu ke suatu pulau di seberang lautan. Disanalah nantinya arwah akan bertempat tinggal. Oleh karena itu peti mati para pelaut dibuat menyerupai bentuk perahu. Pada mayat yang dikubur juga disertakan sebuah perahu tiruan. Tradisi demikian kerap dijumpai di kepulauan Tanibar, Babar, Leti, suku Dayak Ngaju, Toraja, Sumba dan Pulau Roti.

Dari filosofi Islam, berdasarkan penjelasan dari Prof. Dr.Hasan M. Ambary, seorang pakar arkeologi Islam, perahu diibaratkan kendaraan untuk menuju tempat yang abadi. Oleh sebab itulah perahu yang seperti ini disebut sebagai perahu arwah.

Banyak bentuk-bentuk perahu arwah ditemukan dalam berbagai peninggalan budaya, seperti pada bejana, ornamen-ornamen dan juga pada pola kain tenun tradisional seperti yang terdapat pada gambar di bawah ini yang diambil dari pola kain tapis Lampung.

Adakah 20.000 Rupiah 2004/09?

Pola perahu arwah pada kain tenun tradisional

Sama halnya dengan pola manusia yang terdapat di bagian bawah uang dapat dilihat persamaannya dengan pola pada kain tenun tradisional. Dalam Pola tersebut menggambarkan sekumpulan orang yang duduk di tanah dengan tangan terbuka, mirip dengan posisi berdoa atau memohon. Mungkin sebuah permohonan agar para penumpang perahu arwah dapat diterima disisi yang maha kuasa.

Adakah 20.000 Rupiah 2004/09? Adakah 20.000 Rupiah 2004/09?

Dari penjelasan diatas, sudah jelas bahwa rancangan uang ini ingin memasukkan banyak sekali kebudayaan Indonesia ke dalam selembar kertas. Dari kebudayaan Budha, Hindu dan Islam yang diwakili oleh gambar pohon hayat serta perahu arwah yang menjadi lambang masyarakat pelaut, masyarakat negara kepulauan. Sungguh dalam sebuah uang kuno terbnyata memiliki arti yang mendalam.

Demikian penjelasan mengenai uang 25 Rupiah Seri Kebudayaan tahun 1952, semoga cerita tentang Rp 25 Seri Kebudayaan 1952di atas bisa menambah wawasan kita.

uang 25 rupiah 1952

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *