Uang 100 Rupiah 1947 Seri ORI III

Uang 100 rupiah tahun 1947
Uang 100 Rupiah 1947 Seri ORI III

Postingana pada kesempatan kali ini adalah seputar nominal 100 RUPIAH 1947 Seri ORI III. Pada katalog Pick dan KUKI, uang ini cuma terdiri dari satu varian saja (di luar versi palsunya), Benarkah demikian? Coba kita lihat.

Dalam sebuah lelang Asosiasi Numismatik Indonesia (ANI) pertama pada tanggal 23 Agustus 2005 di Gedung Filateli Jakarta Pusat, Terdapat satu lot yang menampilkan uang ini, lihat gambar berikut :

Uang 100 Rupiah 1947 Seri ORI III

Pada lot tersebut disebutkan bahwa uang ini mempunyai dua varian yang berbeda, yaitu naga lidah 2 dan 3.

Berikut akan dijelaskan apa maksud dari varian naga lidah 2 dan lidah 3 sehingga teman-teman tidak perlu memaksakan diri membeli dengan harga tinggi.

Setelah diperhatikan dengan teliti akan terlihat di sudut kanan bawah uang ini terdapat gambar yang menurut para kolektor adalah gambar kepala naga. Benarkah sebauah naga? Berdasarkan mitologi, gambar naga bertanduk atau memakai mahkota sedangkan yang terdapat di uang tersebut tidak bertanduk dan tidak bermahkota. Gambar tersebut lebih mirip ular daripada naga.

Uang 100 Rupiah 1947 Seri ORI III

Naga atau ular

Mencari lama dari berbagai sumber, akhirnya ditemukanlah gambar yang mirip. Berupa ukiran naga kuno yang berasal dari tanah Jawa. Kelihatan tidak begitu mirip, namun coba perhatikan moncong pada tersebut sangat mirip.

Uang 100 Rupiah 1947 Seri ORI III

Gambar naga pada ukiran kayu kuno, perhatikan moncongnya

Mari kita sebut dulu gambar pada uang tersebut adalah naga. Mari kita perhatikan uang tersebut lebih teliti lagi. Lihat moncongnya yang sebagian kolektor menyebutnya sebagai lidah. Gambar uang sebelah kiri cuma tampak dua bibir (atau lidah) yaitu atas dan bawah, sedangkan pada gambar sebelah kanan tampak lidah yang sebenarnya yang terletak ditengah-tengah diantara kedua ‘lidah’.

Lihatlah pada gambar di bawah ini :

Uang 100 Rupiah 1947 Seri ORI III

Naga lidah 2 (kiri) dan lidah 3 (kanan)

Jadi telah jelas bahwa nominal ini mempunyai dua varian yang perbedaanya ada di lidah ketiga. Namun apakah cuma itu saja?
Setelah dilihat-lihat di kedua gambar di atas, tampak beberapa perbedaan lain seperti warna, ketajaman gambar serta bentuk seperti sisik yang berbentuk kecil pada gambar kiri dan lebih besar pada yang kanan.

ASLI atau PALSU?

Didalam KUKI, uang yang mempunyai nomor urut 206 ini disebutkan mempunyai varian palsunya, bahkan juga ditambahkan keterangan banyak terdapat palsu lama.Lalu bagaimanakh cara membedakan asli-palsu uang tersebut? Uang ini tidak mempunyai tanda air, tidak mempunyai benang pengaman, bahkan tidak mempunyai nomor seri yang bisa dijadikan rumus perhitungan. Di KUKI disebutkan pengaman yang digunakan adalah serat halus, lalu apakah bisa membedakannya berdasarkan pengaman tersebut?

Uang 100 Rupiah 1947 Seri ORI III

KUKI menyebutkan adanya varian palsu, tetapi tidak menjelaskan bagaimana cara membedakannya

Ada yang membedakan dengan menduga melihat warnanya yang pucat, sebagian lagi dengan gambarnya yang agak kabur atau kertasnya yang lebih licin. Cara satu-satunya yang paling pasti adalah membandingkannya dengan uang yang jelas-jelas telah diketahui asli palsunya. Setelah mencari uang yang jelas terbukti palsu, diketahui uang tersebut telah diberi lubang (ada 4 lubang), diberi stempel PALSOE secara melintang di kedua sisi depan maupun belakang dan yang terpenting adanya stempel berbentuk oval yang berbunyi KEMENTRIAN KEOEANGAN DJOKJAKARTA.
Kemudian kita bandingkan ketiga uang 100 rupiah tahun 1947 tersebut.

Uang 100 Rupiah 1947 Seri ORI III

Ketiga varian uang, lidah 3 (atas), palsu lama (tengah) dan lidah 2 (bawah)

Lihatlah perbandingan gambar dan warnanya. Ketiganya berbeda
Yang satu coklat tua, yang satunya coklat muda dan yang lainnya coklat kemerahan. Ketajaman gambarnya juga berbeda, khususnya pada gambar pak karno, yang lidah 3 (atas) sangat tajam, sedangkan yang tengah (palsu) dan yang bawah (lidah 2) agak buram. Kemudian kita bandingkan jumlah lidahnya.

Uang 100 Rupiah 1947 Seri ORI III

Jumlah lidah pada yang palsu (tengah) adalah 2

Ternyata setelah diselidiki, semua uang-uang palsu tersebut mempunyai satu kesamaan yaitu lidah naganya bercabang dua.
Jadi apakah kesimpulannya, apakah naga yang lidahnya bercabang 2 berarti palsu? Mungkin ini masih menjadi misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan.

Untuk amannya bila ingin membeli uang seri ini, beli saja yang berlidah tiga. Selain gambarnya lebih tajam, warnanya lebih terang, dan kemungkinannya asli.

Demikian postingan kali ini mengenai 100 Rupiah 1947 Seri ORI III, semoga penjelasan di atas bermanfaat.

Uang 100 Rupiah Tahun 1947 Seri ORI III

Sumber :

  1. KUKI
  2. Katalog Pick
  3. Jurnal Rupiah
  4. Katalog lelang ANI
  5. Koleksi teman-teman kolektor 100 Rupiah 1947

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *