Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Tanda air Uang (Water mark) merupakan salah satu pengaman yang digunakan yang terdapat uang kertas. Gambar didalam tanda air bersifat transparan seperti air dan hanya terlihat bila dihadapkan yang terdapat cahaya. Hampir keseluruhan dari uang kertas sudah diterapkan sistem tanda air ini, termasuk pula uang kertas negara indonesia.

Sejak jaman penjajahan Belanda uang-uang kertas sudah memakai tanda air. Contohnya adalah uang kertas seri Coen Mercurius memiliki tanda air bertulisan JAV BANK, seri Coen I bertulisan JB, dan seri wayang besar bergambar patung dan lain sebagainya. Begitu pula yang terdapat setelah merdeka, uang kertas diterbitkan dengan menggunakan tanda tanda air.

Untuk tiap seri seri dan bahkan tiap nominal memiliki ciri tanda air tersendiri, misalnya yang terdapat seri soekarno, yang terdapat nominal 5 rupiah terdiri dari 2 macam tanda air yang bergambar Sukarno dan banteng. Yang terdapat nominal 10 rupiah menurut katalog hanya terdiri dari satu jenis yaitu Sukarno. Bila dilihat dengan seksama ternyata gambar tanda air yang terdapat nominal tersebut agak berbeda. Ada yang ‘gemuk’ dan ada yang ‘kurus’, silahkan dilihat perbedaannya yang terdapat gambar di bawah ini :

Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Nominal 10 rupiah 1960, apa sebabnya hanya terdiri dari 1 jenis tanda air?

Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Tanda air nominal 10 rupiah 1960, Sukarno ‘gemuk’ dan ‘kurus’

Perbedaan yang jelas terdapat pada kedua gambar diatas, rasa-rasanya bukan hanya sekedar kesalahan pencetak. Perbedaan yang sedemikian jelasnya seharusnya digolongkan sebagai dua jenis varian, misalnya varian pertama memiliki tanda air Sukarno gemuk dan varian kedua adalah yang memiliki tanda air sukarno kurus.

Varian tanda air yang sangat jelas berbeda telah lama dimasukkan ke dalam buku katalog Pick. Salah satu contohnya yaitu uang Canada:

Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Dalam uang Canada Varian pertama sering deberikan nama unik yaitu varian “Devil’s face” karena susunan rambutnya yang kasar dan varian kedua dimana gambar susunan rambut telah diperbaiki sehingga menjadi halus. Perbedaan yang kecil seperti ini saja sudah dikelompokkan sebagai dua jenis varian yang berbeda, yang mengakibatkan harga juga ikut-ikutan berbeda. Maka sudah saatnya varian tanda air uang negara kita yang jelas-jelas berlainan juga harus dibedakan.

Contoh varian tanda air uang-uang Indonesia yang paling nyata adalah nominal 2,5 rupiah Sudirman dan nominal 100 ribu rupiah Sukarno-Hatta emisi 2004.

Berikut rinciannya :

Nominal Sudirman 2,5 rupiah 1968

Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Apa sebabnya hanya terdiri dari satu jenis tanda air?

Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Tanda air nominal 2,5 rupiah Sudirman 1968 terlihat berbeda, yang pertama bergambar burung garuda berwarna putih sehingga hanya terlihat samar-samar dan yang kedua juga bergambar burung garuda namun berwarna agak kehitaman sehingga sangat jelas terlihat bila diterawang. Kedua jenis tanda air ini sangat jelas bedanya sehingga sebaiknya dibuat sebagai dua varian yang berbeda saja.

Nominal 100.000 rupiah 2004

Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Terjadi perbedaan tanda air pada uang 100.000 keluaran tahun 2004. Kurang lebih terdapat 4 kelompok tanda air yang ada. Dan keempatnya terlihat seperti gambar di bawah :

Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Varian tanda air 1 Gambar WR Supratman gemuk

Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Varian tanda air 2 Gambar WR Supratman kurus

Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Varian tanda air 3 Gambar WR Supratman hitam

Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Varian tanda air 4 Gambar WR Supratman putih

Yang berikutnya adalah pertanyaan mengenai apakakah varian tertentu berhubungan dengan tahun emisi atau nomor seri tertentu? Varian manakah yang lebih dulu ada dan manakah yang terakhir…..? . Dari penelitian kecil-kecilan selama beberapa waktu, menghasilkan sebuah hipotesa sementara.

Hipotesa tersebut adalah sebagai berikut :

Yang diketahui, Penomoran uang kertas nominal 100.000 rupiah 2004 memakai sistem 3 huruf diikuti 6 angka, dengan huruf kedua sebagai dasarnya. Dari penelitian yang dilakukan ternyata tanda air varian pertama lebih banyak dijumpai yang terdapat nomor seri uang dengan huruf keduanya dimulai dengan A. Varian kedua yang terdapat B, varian ketiga yang terdapat C dan yang keempat yang terdapat D serta E (masih berlanjut). Namun ada beberapa varian yang saling tumpang tindih. lihat tabel di bawah ini :

Pengaman Tanda Air Pada Uang (Water Mark)

Antara varian tanda air dengan nomor seri berhubungan
Angka 1-4 menunjukkan jenis varian

Dilihat dari table diatas menghasilkan kesimpulan sementara bahwa varian pertama yaitu WR Supratman ‘gemuk’ merupakan varian yang pertama kali dicetak, disusul WR Supratman ‘kurus’, ‘hitam’ dan yang terakhir adalah yang ‘putih’. Hal ini membuat hipotesa baru bahwa varian tanda air (Water Mark) tidak berhubungan dengan tahun emisi, bandingkan tabel di atas dengan tabel yang terlihat di Info Uang Kuno 4.

Pengaman Tanda Air Uang (Water Mark)

share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *